Masih ingat di kepala mumpung belum lupa saya. Di waktu lusa kemarin saat saya berangkat ke kantor. Posisi saya di lampu merah arah kalimalang jakarta akan menyeberang lampu merah di samping Mall BCP Bekasi. Sambil saya menunggu gambar saya jadi dari AI saya coba ingat-ingat kembali peristiwa tersebut. Saya dari arah ke kalimalang menuju ke jalan kartini. Kebetulan sebelum sampai lampu merah dan berhenti, lampu hijau sudah menyala dan saya segera menyalip dari sisi kiri dari belakang. Saat saya sedang menyalip terjadilah kecelakaan di tengah barisan motor yang menandakan ada motor dari arah gor bekasi menerobos lampu merah.
Cuma sempat niat saya meminggirkan motor saya untuk melihat kondisi korban ataupun tersangka. Entah siapa yang korban dan tersangka karena saat kejadian saya baru saja dalam proses menyelip ke sisi sebelah kiri. Di tepi jalan saya melihat satu orang yang tergeletak tidak bergerak dan melihat satu orang yang duduk dijalan dengan ekspresi yang sedikit bingung. Sembari motor dan mobil lain masih berjalan maka ada yang dengan sigap sudah ada menolong mereka membawa badan dan motor mereka ke tepian agar tidak mengganggu jalannya lalu lintas. Anehnya yang saya lihat, disitu kan ada pos polantas ya, kenapa lama sekali mereka tidak keluar karena kejadian tersebut ?
Untungnya dengan sigap yang membantu jalannya lalu lintas kembali lancar yaitu pegawai dishub lantas. Salut untuk kalian pak yang dengan sigap membantu saat kejadian tersebut berlangsung. Sebenarnya sih saya mau ke arah orang yang mengalami kejadian tersebut entah ingin tahu kondisi mereka ataupun bagaimana kejadian tersebut bisa terjadi. Tapi karena takut telat datang ke kantor saya pun mengurungkan niat dan lanjut ke kantor.
Kadang saya berpikir atas kejadian tersebut bisa jadi dua faktor “Fokus” atau “Nekat” nya mereka.
“Fokus”nya apa benar mereka fokus atas lalu lintas lampu merah kuning hijau yang menyala di jalan dan seberapa luas pandangan mata mereka sebagai rider. Bisa jadi jika tidak fokus memang semua informasi yang tidak kita inginkan akan disingkirkan oleh bagian otak yang menyebabkan fokus satu tujuan dengan resiko atau benefit yangakan diterimanya nanti.
Mungkin juga “Nekat”. Sudah tahu dengan jelas dan sadar secara pribadi bahwa lampu merah, kuning, hijau menyala namun tetap tidak di jalankan secara maksimal oleh rider tersebut yang akhirnya muncul sifat ceroboh yang biasanya menimbulkan resiko berlebih pada keputusan yang diambil.
Padahal mau liburan loh, padahal mau lebaran loh, padahal sedikit lagi kita bisa mendapat hari tenang untuk beristirahat. Saya pun sebagai seorang rider dari jaman perkuliahan melakukan perjalanan motor dari brebes ke semarang atau sebaliknya juga sudah merupakan pengalaman yang berharga. Beberapa kali kecelakaan yang saya alami sekarang pun sudah jadi pelajaran yang membuat saya menghasilkan teori pencegahan terhadap kecelakaan yang saya alami tadinya agar tidak terjadi lagi di sisi saya.
Saya jadi ingat ada juga pengalaman menakutkan saya mau mudik dari semarang ke brebes pakai motor melewati alas roban yang masih asri dulunya di tahun 2012 san. Anggap saja pulang kerumah biasa untuk meminta sembako dari rumah untuk di kosan ataupun sekedar berkangen-kangenan di rumah dan teman basket dirumah. Menaiki motor berangkat di jam 9 dari semarang. Tak tahu kenapa saat itu saya pulang jam segitu saya lupa alasannya. Yang saya ingat hanyalah hal yang menakutkan lewat jalan alas roban yang sepi sekitar 800 meter sendirian hanya satu motor saya yang lewat.
Oke lah, cukup cerita dari memori saya dulu. Saya hanya berpesan pada para rider. kuatkan fokus kalian saat berkendara ya, jika sudah kurang fokusnya bisa istirahat dahulu agar tidak terjadi kelelahan atau microsleep kata modern nya. Nekat diperlukan namun tahu kondisi dan situasi juga dan perlu pertimbangan matang untuk mengambil keputusan nekat kalian ya, namun diusahakan nekat yang kalian pilih ada solusinya yang membuat tidak merugikan orang disekitarnya. (will)
