Hari senin kemarin, tidak tahu kenapa rasanya badan berat sekali. Padahal setiap bangun tidur saya sudah biasakan olahraga kecil 5 menitan untuk meningkatkan elastisitas dan efektivitas tubuh. Dari jakarta timur saya berangkat pagi dan alhamdulilah lancar karena masih pagi hari sekitar jam 5.30 an. Alhamdulilah sekarang ini saya sedang suka sedekah pagi dan seringnya ke panitia pembangunan masjid / mushola yang berdiri di tengah jalan. Insyaallah saya sempatkan bersedekah jika saya berangkat dari jakarta. Jika saya tidak pegang uang maka akan saya gandakan nominalnya saat saya berangkat dari jakarta.

Setelah pulang kerja dan akan menginap di markas Danita, ternyata Mas Ahmad juga sedang tidak enak badan. Sejenak keinginan saya muncul lagi ingin berobat bekam dekat Kos saya dulu. Bada maghrib saya langsung siap-siap ke tempat tersebut. Saya coba mengajak Mas Ahmad sekalian reflexy badan dan sekalian bekam namun Mas Ahmad tidak mau dan ingin pulang dan bedrest mungkin. Dengan tekad bulat ingin mencoba pun saya berjalan ke tempat bekam tersebut.

Namanya Pusat Bekam tepatnya di Jalan K.H Agus Salim Bekasi Timur pinggir MAN 1 Kota Bekasi. Pertama kali membuka pintu utama, suasana ruang tamu nya bersih dengan lantunan murotal Quran. Disambut ramah dengan Ustad Dwi yang menyapa saya dan saya katakan ingin mencoba reflexy tenang jiwa dan bekam nya. Setelah pendaftaran maka kita lanjut ke ruang konsultasi dan kita bisa bercerita tentang masalah kesehatan kita atau mungkin kemungkinan adanya gangguan spritual / jin. Saya lupa disini juga punya fasilitas ruqiyah yang gunanya memang untuk menenangkan jiwa pasien. Saya mengatakan pada konsultasi tersebut bahwa saya paling mempunyai masalah kesehatan sesuai hasil MCU saya kemarin. Di ruang konsultasi disitu juga di rekomendasi untuk penegcekan kesehatan yang lain entah pengecekan diabetes, kolesterol, dan masalah lainnya.

Sudah berkonsultasi, maka saya diwajibkan untuk membayar terlebih dahulu sebelum saya mulai. Setelah administrasi sudah lengkap maka saya dibawa ke lantai atas untuk masuk ruang reflexy dan bekam juga. Jujur saya senang sekali jika dipijit dan jika saya masih di brebes, mungkin bisa satu bulan sekali saya pijat jika dirumah. Namun setelah bekerja disini untuk pijit pun pikir-pikir dahulu paling tunggu batas tubuh saya berbicara ke saya untuk segera minta pijat. Yah bisa dibilang 3-4 bulan sekali saya pijat sekarang ini. Kebetulan Ustadz Dwi yang membantu proses reflexy dan bekam saya. Dari telapak kaki saya merasakan sakit dari reflexy nya yang berati kemungkinan organ dalam saya sedang bermasalah. Yang saya tahu tentang kesehatan masalah organ dalam akan dirasakan lewat reflexy yang bersumber dari telapak kaki.

Memang ada percakapan antara kami saat proses reflexy dan terkadang terdiam 2-5 menit mungkin ustadz sedang berkonsentrasi dengan prosesnya. Setelah dia menanyakan asal kampung saya eh ternyata ustadz nya orang tegal orang ngapak juga. Yah mulai dari situ pecah si percakapan kita karena orang ngapak ketemu orang ngapak ya tahu sendiri lah ceplas ceplos. Waktu yang dibutuhkan untuk reflexy dan bekam kurang lebih 90 menit. Dirasa punggung sudah di reflexy maka ustadz berkata “ini sudah mulai bekam ya mas”. Lah kok cepet ya ternyata saya lihat jam nya memang betul sudah waktunya 30 menit untuk bekam.

Pertama kali saya bekam, saya merasakan punggung di pijat dengan cangkir penyedot nya seperti di tarik sedikit. “Bismillahirrohmannirokhim, saya mulai bekamnya ya mas, saya mulai sedot dulu 1-3 menit agar memicu darahnya tersedot di titik tersebut”kata Ustadz Dwi. Rasanya agak sakit karena disedot. Proses yang menurut saya paling sakit proses selanjutnya yaitu proses menusukkan jarum di titik bekam. Menurut ustadz karena baru pertama kali jadi direkomendasikan hanya 9 titik. Rasanya ditusuk jarum nya itu beeee rasa sakitnya bertambah, apa lagi saat ditusuk di bagian leher belakang yang rasanya lebih sakit dari ditusuk di bagian punggung dan pinggang belakang.

Setelah proses bekam selesai, saya diperlihatkan darah yang keluar dari proses bekam saya dan banyak juga darah yang keluar dan berwarna merah kehitaman pekat namun tidak menggumpal seperti agar. Alhamdulilah proses reflexy dan bekam selesai dan rasanya seperti mengantuk berat setelah selesai dari pusat bekam. Untungnya tempatnya dekat dengan kantor jadi saya bisa pulang dengan santai dan langsung istirahat penuh sampai subuh.

Setelah mencoba proses reflexy dan bekam, saya bisa merekomendasi tempat ini si. Jika badan kalian sedang berat butuh reflexy dan bekam mungkin tempat ini cocok untuk kalian yang mau mencoba reflexy dan bekam. Pelayanan yang ramah dan tempat yang nyaman jika saya nilai, dan untuk perempuan juga punya asisten atau mungkin ustadzah yang membantu mengurus reflexy dan bekam bagi pasien perempuan juga. ( will )

By willy

2 thoughts on “Mencoba Bekam”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *