Bangunan Sangkuriang

Tanggal 11 Agustus 2021 tanggal yang di mundurkan oleh pemerintah sebagai tanggal merah namun bukan untuk memperingati tahun baru islam yang bertepatan di tanggal 10 agustus kemarin. Anehnya kenapa bisa tanggal merah untuk tahun baru islam di mundurkan sedangkan tanggal 17 agustus tidak dimundurkan juga, karena tak ada berita yang menyoroti hal tersebut.

Untuk mengisi hari rehat tersebut saya ditawarkan oleh Pak Boss untuk ikut ke karawang ke tempat baru yang akan dibangun tempat kumpul, gazebo, dan kolam renang kata Pak Boss. Memang Pak Boss saya menyukai tempat yang bernuansa alam yang selalu dapat membangkitkan semangat sebagian orang yang suka pada nuansa alam.

Bersama Dhenandi dan Choirul juga berkesempatan ikut pada hari tersebut untuk menambah seru perjalanan. Berangkat sekitar jam 06.30 an dan sampai disana sekitar satu setengah jam kalau tidak salah. Melihat pondasi bangunan yang sudah berdiri ternyata bangunan tersebut di bagi atas 2 lapis permukaan. Lapis pertama di paling bawah merupakan jagak tiang untuk bangunan tersebut dan dibarengi ada kolam ikan disitu untuk sekedar peliharaan ikan di wilayah tersebut. Bisa dibilang mungkin ikan tersebut bisa dipelihara dan di makan untuk keluarga sendiri.

Sambil berjalan menyusuri wilayah tersebut dan saling bertukar pendapat lokasi pembangunan gazebo dan pemanfaatan pepohonan yang sudah tumbuh di situ. Saya diperlihatkan lahan 3 petak yang nantinya akan dibangun rumah dan kolam renang dan juga lokasi kita akan menjaring ikan kecil seperti betik, cupang kampung atau sepat di dekat sawah di pinggiran bangunan tersebut.

Karena kami semua belum sarapan saat saat sebelum berangkat maka kami pun memesan ketoprak di daerah tersebut sambil menunggu Mas Fandi dan Mas Akoy datang ke lokasi bersama keluarganya. Karena kunjungan kami ke Karawang tidak hanya untuk melihat lokasi bangunan tersebut, namun juga untuk memanen buah semangka, terong dan pare. Asyiik bahan makanan bertambah untuk bertahan hidup di kos selama beberapa hari ke depan..alhamdulilah.

Tak lama datang lah Mas Fandi bersama istri dan anaknya Azfar ke lokasi dan begitu juga Mas Akoy pun dengan istri dan anaknya Farah. Karena hawa agak panas maka Pak Boss juga memesan kelapa muda untuk diminum saat itu dibarengi dengan makan ketoprak. Setelah beberapa menit sarapan maka kami pun melakukan perjalanan ke kebun semangka dan terong untuk siap memanen di hari itu. Sampai sekitar jam 11 pagi kita pun langsung berbagi tas kresek untuk wadah semangka inul dan terong yang dipilih.

Alahmdulilah hasil panen tersebut akan saya gunakan untuk keperluan hidup dikos dan bagi-bagi rezeki juga dengan teman kos saya. Sekita jam 13.00 kita sudahi memetik buah semangka dan terong dan segera sholat duhur dan kembali ke bangunan sangkuriang di batu jaya untuk berisitirahat di sana sebelum kembali ke bekasi kembali.

Sesampainya disana saya bingung dan kaget soalnya baru tadi pagi rangka bangunan jadi, saat siang sudah dipasang dinding-dinding kayu bangunan tersebut, juga kamar mandi yang tadi pagi belum bisa digunakan saat siang pun sudah bisa digunakan.

Waw benar juga ini bangunan seperti bangunan sangkuriang yang dapat cepat dibangun hanya dengan kuran lebih 8 tenaga kerja yang ditugaskan. Sambil menikmati bangunan dan pinggiran sawah yang banyak angin kami pun menyantap makan siang kami dengan menu yang nikmat bagi saya, saya sebagai pecinta makanan ikan saya pun menyantap ikan mas goreng yang disediakan dan ditawarkan ke saya.

Sebagai pecinta ikan pun saya belum sama sekali menemukan resto atau tempat makan yang menyediakan menu belut goreng plus sayur yang bikin saya ketagihan. hehehe.. ( intermezo sedikit )

Selesai makan pun kami berlanjut untuk menjaring ikan di sawah pinggiran bangunan tersebut. Karena tidak membawa celana pendek pun saya hanya mendapat ikan kecil beberapa saja karena tidak full action masuk ke dalam air. Beristirahat sejenak setelah menjaring ikan eh malah ketiduran sampai sore dan saya lihat kaget ternyata dinding-dinding bangunan tersebut sudah selesai di pasang dan tertutup kecuali pintu.

Salah satu pengalaman yang berkesan bagi saya karena dapat merasakan suasana kampung yang beda dengan kampung halaman saya yang berbeda suasana dan berbeda ciri khas kulinernya juga. Semoga pengalaman seperti bisa saya dapatkan kembali untuk sekedar meningkatkan rasa syukur saya pada Allah SWT atas keindahan alam di pedesaan yang dapat kami nikmati sedemikian rupa. Karena perjalanan kami pasti melelahkan dan saya sempat ketiduran sesaat. Agar saat lelah dan membuat perjalanan lebih seru, maka perjalanan pun di temani oleh beberapa cerita lucu dan serius yang membuat kami lupa akan lelahnya kegiatan kami pagi itu. ( will )

Bangunan Sangkuriang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top