Sun. Jan 24th, 2021

Sudah setahun saya melawan virus corona ini dengan modal was-was dan nekat yang saya lakukan. Namun dengan diadakannya sistem PSBB ketiga di ibukota jakarta dan sekitarnya membuat saya menjadi lebih berkecil hati dan lebih was-was level dua mungkin bisa level 3.

Sebelum di mulainya PSBB saya sering bepergian ke beberapa tempat yang memang tidak bisa saya tunda seperti pergi ke Tangerang di rumah kakak saya, melakukan kegiatan olahraga basket saya di mustikasari arah batar gebang dan ke jakarta timur namun tetap dengan protokol kesehatan.

Semakin drop juga ketika mendengar kabar orang terdekat saya dikabarkan mengalami positif penyakitnya. Apa boleh buat memang itu sudah terjadi dan saya selalu berharap orang-orang terdekat saya dan keluarga baik-baik saja dan tidak dikabarkan positif virus corona.

Sistem PSBB yang baru ini ternyata lebih diketatkan pada kantor-kantor yang melanggar ketentuan seperti harus 25% saja yang berangkat eh namun masih banyak yang belum menuruti aturan tersebut (sumber informasi melalui rekan saya di jakarta sekitarnya).

Saya yang biasanya selalu datang ke markas walaupun sudah di jadwalkan, sekarang saya menurut saja untuk menjaga kesehatan bersama. Paling tidak saya ke markas jika ada pesanan olshop dari markas yang harus di packing. Selebihnya saya wfh di kos.

Namun beberapa musibah di situ lah Allah tanamkan kebaikan atau hikmah yang terkandung. Jadi bagi saya, saya lebih bisa memfokuskan diri saya terhadap pembelajaran mengenai materi di markas saya, dan juga saya sempat berpikir dan memperoleh inspirasi untuk usaha yang lain atau mencari sampingan lain untuk mencari rezeki.

Hikmah yang saya alami dan orang lain alami pasti berbeda namun tetap itu lah rumusan dari Allah untuk kita yang harus kita jalani dan hadapi semaksimal mungkin agar kita dapat sedikit berkiblat dan fokus pada Allah dan sejenak bercerita perjuangan hamba-Nya yang sedang berjuang. (will)

By willy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *