Mon. Jul 26th, 2021

Tidak terasa sudah di akhir tahun 2020. Padahal merasa saya baru saja masuk bekerja di bekasi tahun lalu dan waktu secara cepat menuntun saya sampai di bulan akhir tahun ini. Selalu intropeksi diri pada pekerjaan saya yang memang masih belum dapat membantu banyak bagi perusahaan saya, namun saya mencoba belajar sedikit demi sedikit walaupun penangkapan materi saya terlambat.

Mendekati akhir tahun merupakan hal yang ditunggu-tunggu untuk menggunakan cuti yang tertunda di saat hari Idul Fitri kemarin karena mengingat virus corona saat itu sedang parah-parahnya. Jadi karyawan di di seluruh Indonesia di berikan instruksi untuk tidak melakukan cuti dengan nyatanya di berikan aturan oleh pemerintah pusat.

Namun yang sudah di tunggu para karyawan yang berasal dari luar jakarta pun serasa tercekik karena cuti akhir tahun yang dijanjikan pemerintah dipotong di tanggal 28-30 desember. Keputusan yang labil dari pemerintah ini memang bermaksud salah satunya agar virus corona tidak semakin menyebar dari zona merah ke zona hijau yang masih aman.

Lalu mau di kemanakan tiga hari yang terpotong itu bapak / ibu pemerintah ?

Sepertinya akan di ganti di tahun depan atau di.. ,entahlah mungkin hanya Allah yang tahu. Cuti para karyawan pun terpotong dengan terpaksa. Mau tidak mau kita hanya masyarakat kecil yang melakukan kebijakan para elit atas yang kadang membuat keputusan labil bagi masyarakatnya.

Balik ke topik. rencana saya pulang ke rumah di tanggal 23 pagi naik kereta Tegal Express karena cari yang murah (anak kos dong.hehe). Sudah lama saya tidak naik kereta, dan sekalinya mau naik kereta jika pulang pasti kehabisan dan ini beruntung saya dapat walaupun nanti memang akan penuh gerbong keretanya.

Peraturan terbaru bagi penumpang kereta jarak jauh pun diadaknnya rapid antigen yang masih samar-samar untuk saya tangkap. Sepengetahuan saya yang sudah saya baca lewat website kom,,,,s dan yang lain memberikan informasi bahwa harga rapid tersebut Rp 800.000 ??

whatss, beneran eta ?

Masih belum menerima kebenaran maka akan saya tanyakan langsung saja pada layanan kereta di satasiun langsung.

Sesampainya dirumah nanti saya berencana melakukan banyak kegiatan si, seperti lebih deket sama saudara-saudara yang lain buat ngajakin bakar2an atau pergi ke pemancingan. Sementara kedatangan saya sudah di tunggu keponakan saya di rumah yang sudah lebih dulu untuk pulang ke rumah uti nya di minggu kemarin.

Kebetulan Daffa keponakan saya uang tahun dan karena saya bingung mau kado in apa buat dia dan saya tanyakan sama dia untuk hadiah apa yang diminta. Kemarin malam saya telpon ibu saya untuk mengatakan paketan hidroponik dan lainnya dari saya sudah dikirimkan kemarin. Saat di telepon, Daffa ternyata sedang sakit, pernapasan nya kambuh lagi kemungkinan terlalu banyak beraktivitas jadi napasnya tersengal-sengal. Namun sudah lebih baikan saat saya telepon kemarin. Untuk yang lebih bikin saya kawatir yaitu bapak saya yang sudah lama kesehatannya sedang menurun. Bapak bilang tidak nafsu makan tidak tahu karena apa, namun selalu ditemani dan di jaga oleh ibu untuk mengawasi kesehatan bapak. Selalu saya doakan semoga bapak segera pulih dan sehat untuk beraktivitas seperti biasanya. Amiin..

Selain rencana pulang ke rumah, saya di tugaskan untuk mengambil data administrasi kantor saya di daerah Pemkot Tegal. Karena berkas tersebut tidak bisa di kirim dan harus diambil sendiri oleh pihak kantor saya, maka saya pun yang terdekat dan kebetulan saya mempunyai agenda pulang ke rumah. Setelah briefing saya sudah di wanti-wanti agar selalu berhati-hati dan waspada untuk mengambil berkas disana karena pihak Pemkot Tegal ternyata sudah ada yang terpapar oleh virus corona dan Pemkot Tegal sedang melakukan isolasi terhadap dampak tersebut.

Ya memang mau bagaimana lagi, keadaan memang tak sebaik yang kami pikirkan dan akan berjalan lancar seperti biasanya di saat wabah corona menyerang. ( will )

By willy

One thought on “Rencana Akhir Tahun di Rumah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *