Tue. Dec 1st, 2020

Masa weekend kemarin sabtu minggu saya habiskan di kota tangerang di rumah kakak saya. Menemui keponakan yang sedang berulang tahun dan saya belikan boneka panda untuk melengkapi koleksi si bocil di rumah.

Dalam perjalanan yang biasanya saya bisa melewati kawasan pindok indah namun sekarang perjalanan saya di gilir melewati kawasan pondok cabe. Entah itu penutupan jalan atau perubahan rute yang mengharuskan pengendara motor tidak boleh melewati jalan layang di daerah mana itu ya, sepertinya di daerah setelah saya lewati jalan casablanka.

Mulai dari situ saya di arahkan ke Jalan Rasuna Said kemudian ke pondok cabe dan berakhir di daerah ciputat.

Sesampainya di rumah kakak saya, biasa keponakan yang lengket sama saya menyambut dengan teriakan keras dan buru buru membukakan pintu. Buru-buru ingin memeluk saya, namun saya tolak karena saya harus membersihkan badan dulu dan mandi.

Setelah mandi baru lah saya perlihatkan boneka yang saya beli dan saya kasih ke si bocil. Langsung segera di pamerkan pada ayah ibunya. Di tangerang merupakan tempat yang cocok untuk membuat menu baru untuk menciptakan masakan yang belum saya buat sebelumnya.

Namun setelah memasak, kegiatan kami stuck di situ. Mau olahraga kecil hanya pas saat pagi dan sore. Di siang hari hanya bisa tidur, nemenin ponakan bermain dan bermain hp. Wajar saja pada pandemi saat ini saat siang ponakan saya betah sekali memainkan hp sampai sore karena memang tidak ada aktivitas lain yang mendukung.

Hanya sampai dua hari saja saya di tangerang dan hari minggu pun langsung pulang dengan membawa oleh2 dari tangerang kue bolu dan beberapa alat hidroponik yang akan saya gunakan di kos.

Alat- alat itu di beli oleh kakak saya namun belum sempat di kerjakan karena jika saat penanaman benih biasanya ada kucing yang mengusik alat tersebut yang menyebabkan selalu berantakan di halaman depan rumahnya.

Dalam perjalanan pulang, baru saya mau lewati pos penjagaan di depan, saya di teriaki oleh petugas keamanan yang menjaga di situ karena saya salah lewat. Saya lewat di jalan yang harus di lewati mobil dan saya lewat situ. Seharusnya saya lewat jalur motor yang sempit di sebelahnya. Karena saya memang tidak tahu akan aturan tersebut, saya cuma mengangguk-angguk maaf pada petugas tersebut karena memang saya baru tahu ada aturan seperti itu. Padahal saat saya sampai di tangerang dan masuk perumahan tersebut saat malam tidak ada penjagaan seperti itu. Nah berati bukan salah saya juga dong jika memang saya tidak tahu. Dan seharusnya petugas-petugas tersebut tidak meneriaki saya dengan lantang dan keras.

Sesampainya di jalan menteng setengah jam setelah saya keluar, hujan pun turun dan saya khawatir untuk barang bawaan saya yang nanti basah. untungnya jas hujan dapat melindungi barang bawaan saya namun celana saya tetap basah kaki samapi lutut basah sebelah pinggir dan alat hidroponik saya pun ikut basah juga.

Pelan dan perlahan tidak usah terburu-buru untuk melakukan perjalanan. Lewati jalan menteng dan R.A Kartini akhirnya hujan pun berhenti dan saya buka saja jas hujan saya agar celana saya kering.hehe..

Walaupun jalanan licin namun tetap saja saya bisa sampai ke kos dengan waktu satu jam lima puluh menit. lebih 25 menit dari biasanya. Sesampainya di rumah beberes mandi, beberes pakaian untuk besok bekerja, dan beberes barang bawaan yang harus di bawa ke brebes di hari selasanya. ( will )

By willy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *