Mon. Sep 21st, 2020

Selepas pulang dari acara Ulang tahun Excellent, saya membawa hasil panen dari kebun Boss saya 2 kresek penuh terong dan 3 buah labu hijau panjang yang biasa untuk nyayur. Hasil panen juga sudah saya bagikan ke orang-orang yang saya kenal dekat kos saya.

Malamnya saya bagikan, paginya saya dapat hasil masakan dari teman kos saya berupa terong pecak sambel dan sayur labu.Wahh hari minggu saat yang tepat untuk mengirit.hehe..

Otomatis saya hanya beli satu lauk untuk makan malam nya.hehe..

Tidak hanya terong dan labu, saya juga mendapat semangka namun saya bingung, akan membagikan ke teman kos saya susah karena mereka bisa jadi tidak ada di kos dan jika sisa masa saya habiskan dalam satu malam.

Karena belum punya lemari es maka semangka pun belum saya buka untuk menunggu moment dimana para anak kos istirahat.

Agar bisa menghabiskan terong ungu yang banyak maka saya olah terong ungu dengan pertama di buat terong goreng. Untuk mengetes bisa tidak saya menggoreng terong memakai rice cooker maka saya coba untuk menggoreng langet lele yang sudah di beli di warteg.

Percobaan pertama, minyak di dalam rice cooker sudah meletik-letik tanda minyak sudah panas. Kemudian beberapa menit setelah itu, rice cooker berubah warna menjadi warm. Lalu saya pencet lagi tombol cook nya kok tidak bisa. Wah berati bener rice cooker kalau di buat menggoreng harus di tekan atau di tahan tombol cook nya.

Di paksa menunggu sekitar 5 menitan untuk membuat normal kembali si rice cooker ini, maka saya mulai memasukkan terong yang sudah saya bumbui dengan tepung dan sedikit penyedap rasa jamur.

Masukkan 8 sampai 12 potong terong jangan kebanyakan agar keringnya maksimal.

Di tunggu agak lama memang sekitar 8-10 menit. Jika sudah berubah kecoklatan maka bisa di tiriskan dan siap di makan cepat jangan tunggu sampai adem ya teman.

Setelah bisa fix mencoba untuk menggoreng, saya mencoba untuk memasak terong dengan dicampur dengan ikan kalengan. Tadi pagi coba saya ingin memasak resep tersebut namun terkendala pada listrik mati setelah jam subuh. Sempat saya negatif thingking “ngga bakal jadi ni masak itu“. Ternyata listrik kembali menyala pukul 5.20 dan akhirnya resep pun saya jadikan untuk di buat.

Alhamdulilah dengan tambahan sedikit saus, air aqua setengah gelas dan sedikit kaldu jamur maka resp ini pun jadi setelah saya selesai mandi.

Enak dan membuat saya ketagihan karena rasa saus ikan kalengan membuat nafsu makan bertambah. Maybe, besok bisa saya membuat olahan terong yang lain karena terong masih banyak dan harus di habiskan sebelum terong tersebut mengkerut. ( will )

By willy

2 thoughts on “Mengolah Hasil Panen”
  1. Hmmmm, oke lah. Bisa jadi ilmu buat anak2 kost yang pengin bisa masak sendiri tapi hanya ada rice cooker.
    Penasaran juga kondisi rice cookernya gimana ya, berapa lama akan awetnya jika dibandingkan dengan penggunaan hanya untuk masak nasi saja. Kalau misalkan tidak gampang merusak kondisi rice cooker maka ini bisa saja akan bisa menjadi alternatif saat masak namun gas habis. Hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *