Sat. Nov 28th, 2020

Pengalaman seumur hidup dalam proses pemotongan rambut saya dari masa kecil sampai sekarang mungkin bisa dibilang ini yang ternyaman.

ups..

Bukan yang ternyaman mestinya, namun yang dapat menyuguhkan kenyamanan selain dipotong oleh ibu saya sendiri saat saya masih sekolah sampai SMA.

Sosok ibu saya merupakan sosok yang tangguh dan tidak bisa berdiam diri. Setiap kali pasti ada yang dikerjakan walaupun dia sudah lelah. Namun dengan seperti itu saya salut dengan ibu saya yang tidak bisa berdiam diri, entah saat keluarga saya sedang membuat rumah. Sudah ada tukang bangunan, namun tetap beliau membantu pekerjaan tersebut dengan gigih.

Seumur anak SMP saya dulu juga sudah mengenal kerja seperti kuli bangunan yang diajarkan oleh ibu saya. Di saat umur saya yang sedang bergejolak ingin mencari tahu segala sesuatu. Setelah di pikir-pikir sekarang pengalaman menjadi kuli sangat berguna juga.hehe..

Mungkin saya mempunyai sisi emosional yang diturunkan dari keluarga saya. Ketika kakek nenek saya meninggal pun ibu saya yang menjadi seorang yang lebih tegar di banding dengan saudaranya yang lain.

Tapi saya sebagai anaknya malah serasa begitu kehilangan dengan sosok kakek nenek saya dulu. Seperti ada ikatan batin tersendiri antara saya dan kakek nenek saya saat itu. Biarkan lah mereka beristirahat dan saya selalu mendoakan mereka agar selalu berada di surga- Nya..aamiin..

Kenangan masa kecil yang menjadikan saya bangga mengakuinya yaitu di potong rambut saya oleh ibu saya. Seperti hal nya multi talents ibu saya memotong rambuta dengan langsung praktek pada saya.

“emange ibu bisa motong rambut bu ?”tanya saya saat pertama kali akan di potong rambutnya,

“iiih lagi mbiyen ibu pas seumur koen be biasa nyukuri bapak pas wis gondrong karo nyukuri om to ( adiknya )”begitu lah jawaban ibu saya yang terlihat agak meyakinkan.

Dengan peralatan yang seadanya, seperti gunting (kadang memakai gunting asal pakai untuk memotong, namun bukan gunting untuk masak juga ya), botol kaca minyak rambut kemiri / orang aring yang mempunyai leher panjang untuk mengasah gunting agar tidak ketul ( tajam ).

Kenyataan setelah di asah pastilah ada saja saat gunting menjadi ketul dan saat memotong rambut saya menjadi seras rambut saya di tarik. Setelah dipotong dan membersihkan diri dengan mandi, terlihat penampilan saya yang berbeda dan lebih PD untuk berjalan di sekolah dan koridor-koridor kelas yang selalu ramai tongkrongan.

Bermodal menjadi anggota basket di tahun pertama, walaupun masih newbie namun postur tinggi saya dan teman angkatan saya tidak bisa diremehkan dan selalumenjadi sorotan mata anak di sekolah.

Ketika di potong rambut saya dulu merasa cocok-cocok saja dengan potongan rambut yang di buat oleh ibu saya, setelah memulai kuliah dan jauh dengan orang tua seakn akan rambut pendek rapi yang saya inginkan tidak begitu membuat saya puas karena hasilnya kurang bagi saya.

Terakhir kali saya potong rambut di bulan ini saya menemukan tempat potong rambut yang kecil namun nyaman untuk ukuran potong rambut. Dibandrol dengan tarif 35rb kita mendapatkan fasilitas ac dalam ruangan, spray rambut yang wangi, dan bilas rambus dengan condisioner yang harum juga.

Nama tempatnya saya lupa namun tempatnya ada bersebelahan dengan warung makan ayam betutu di dekat SMA 1 Negeri Bekasi. Serasa lega setelah potong rambut di situ dan bisa kita lanjutkan aktivitas kita langsung karena serasa sudah bersih setelah rambut di bilas.

Seperti sifat manusia yang selalu kurang puas maka saya tidak hanya langsung puas dengan fasilitas tersebut. Bisa saja di lain tempat ada tambahan message kepala setelah di bilas rambutnya agar aliran daarah dari kepala mengalir lebih lancar dan menjadikan kita lebih fokus dan lebih percaya diri pada penampilan kita yang baru. ( will )

By willy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *