Mon. Sep 21st, 2020

Tugas dan experience baru dalam masa kerja saya saat ini.

Berawal dari perintah atasan yang mengirimkan saya untuk menemani teman satu kantor yang sebagai trainer dalam tugas markas kali ini.

Tugas kali ini berlokasi di Gandaria Office Tower di Jakarta Selatan. Tepatnya di Perusahaan Pakuwon di Jakarta.

Kedua kalinya saya dikirim tugas di luar kota, yang pertama kali saya ke tegal bersama atasan saya untuk berkunjung pada Dinas Komunikasi dan Informasi Tegal untuk mendeskripsikan tawaran dari perusahaan saya yang akhirnya berujung payu untuk dibisniskan.

Untuk pengalaman kali ini berbeda denga yang di tegal, kali ini saya dan teman saya sebagai trainer akan memberikan pengetahuan tentang materi yang akan di latihkan pada beberapa staf karywan salah satu dari Perusahaan Pakuwon (yang tentunya bagian IT ya).

Kami berangkat pada pukul 07.00 pagi dari giant bekasi menuju gandaria office menggunakan Go-car. Karena tanggal yang mengharuskan kita untuk menemukan mobil bernomor plat genap untuk kami tumpangi ke daerah sana.

Berkali-kali kami mendapat mobil berplat ganjil, namun ada satu driver yang memberi keterangan bahwa hari itu sistem genap ganjil di tiadakan dan dia berani untuk mengambil penumpang.

Baiklah karena kita percaya saja dan kami lama menunggu driver yang lain maka kami langsung naik pada mobil berplat ganjil.
Baru setelah kami melewati gerbang tol bekasi barat, tiba-tiba di hentikan oleh pak polisi untuk segera menepikan mobil kami.

“pagi mas ? anda tidak tahu ganjil genap mas?” kata pak polisi
“tahu pak emang kenapa pak?” saut si driver
“kalau tahu kenapa kamu lewat tol?”berkata pak polisi
“lho saya dapat info pak dari teman saya di jakarta dan di radio xxx bahwa genap ganjil sedang off pak karena ada acara 212″kata si driver

“mana saya lihat buktinya mana, dan itu kan di jakarta mas lha ini dimana mas?”kata pak polisi dengan nada sewot
“……..(merasa bingung)”terdiam si driver ini

Akhirnya dia pun ditilang karena alasan tersebut dan meminta kami untuk cancel order dan order Go-car yang lain.

Dengan agak kesal kami keluar menuju depan tol dengan berjalan kaki sambil memesan driver yang lain. Tidak butuh waktu lama bagi kami untuk mendapatkan itu dan akhirnya kami pun menaiki Go-car dengan driver bapak-bapak yang memakai kijang innova silver yang siap mengantar kami.

Sesampainya disana sekitar jam 09.32 pagi, kami disuguhi dengan gedung tinggi yang berdampingan dengan gandaria city mall. Untuk masuk dan menemui seseorang pada gedung office tower menggunakan kartu ID kita sebagai tamu dan di berikan kartu akses untuk menuju lantai yang diminta.

Setelah saya berkomunikasi dengan admin Pakuwon tersebut, ternyata kami ditunggu di lantai 32 dan naiklah kami menggunakan lift cepat yang belum pernaha saya naiki sebelumnya.

Dari GF (gorund floor) ke lantai 32 hanya membutuhkan kurang dari satu menit dan itu pun sudah terpotong dengan waktu orang-orang yang ingin turun dan naik.

Bertemu dengan resepsionis lantai, kami disuruh untuk menaiki tangga satu kali lagi untukke lantai 33. Lantai 33 ini ternyata lantai khusus yang digunakan untuk kami melakukan kegiatan training.

Lantai 33 Pakuwon di Gandaria Office Tower


Sudah lama saya tidak melihat pemandangan dari tempat ketinggian apa lagi pemandangan kota dari lantai 33.

Kesulitan yang kami hadapi merupakan pemesanan gocar untuk berangkat dan pulang yang biasanya tidak sesuai dengan diharapkan karena peraturan ganjil genap yang membuat setiap penumpang seringkali mengcancel gocar dengan alasan tersebut.

Perasaan akan ketidakmampuan saya karena belum dapat menguasai materi pada misi training membuat saya mencatat beberapa case yang dapat di rangkum untuk pembelajaran saya dan sedikit demi sedikit menemukan masalah dalam menjalani pembelajaran tentang training tersebut.

Suatu hari datanglah orang bertubuh besar dengan muka orang asing dan mengatakan bahwa ruangan training ini sirkulasi udaranya kurang bagus. Bagi kami yang ada di ruang training sih masih nyaman karena pagi-pagi masa iya kita harus disuguhi dengan udara yang terlalu dingin yang bisa jadi mempengaruhi fokus nya pemahaman para peserta.

Padahal dia bisa berbahasa indonesia namun diabertanya pada kami tentang keadaan training disitu. Karena pertanyaan dia mengarah ke kami dan sayayang langsung berhadapan dengan nya maka saya pun spontan menjawab dengan bahasa inggris walaupun saya sempat berpikir selama kurang lebih 4 detik untuk menata jawaban saya.

Dengan jawaban seadanya yang saya punya entah itu ditertawakan dalam hati dari para peserta saya tetap jawab sebisa saya sambil saya sisipkan kata-kata jawaban yang membuat para peserta tertawa.

Setelah dia keluar, kami pun bertanya pada para peserta bahwa ternyata dia itu merupakan Big Boss dari perusahaan Pakuwon Jati Tbk yang ada di Jakarta maupun di Surabaya. Beliau bernama Mr. Murod Kusuma jika saya tidak salah.

Beliau merupakan asli orang Germany namn berketurunan orang Turki dan beliau menikahi wanita Indonesia jadi nama belakangnya ada nama “Kusuma” ( untuk nama aslinya belum saya ketahui ).

Di hari terakhir kegiatan training dimana di hari tersebut akan di explain kembali materi yang sudah di sampaikan kemudain menampung pertanyyan dari para peserta dan langkah terkahir merupakan pemberian suatu essay dimana itu merupakan anjuran dari Mr. Murod.

Para peserta Training Zimbra Mail Server @Pakuwon Jati Tbk dan Trainer Training kami Mas Ahmad Imanudin ( orang kedua dari kiri )

Diharapkan setelah adanya training yang sudah dilakukan selama lima hari dapat memberikan kepuasan materi pada klien kami dan semoga kerja sama antara Excellent Infotama Kreasindo dan PT. Pakuwon Jati Tbk menjadi semakin akrab.(will)

By willy

2 thoughts on “Lima Hari di lantai ke 33”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *